Rabu, 05 Januari 2011

Hubungan Akuntansi dengan Rasio Keuangan

Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) di dalam suatu perusahaan mengenai kegiatan ekonomi yang dijalankan oleh perusahaan serta kondisi perusahaan tersebut. Akuntansi sendiri terdapat berbagai proses, antara lain: pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pengkomunikasian informasi ekonomi yang dapat dipakai untuk penilaian dan pengambilan keputusan oleh pemakai informasi tersebut.
Secara umum pemakai data akuntansi dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu:
a. pemakai eksternal adalah investor atau calon investor yang meliputi pembeli saham atau obligasi, kreditor atau peminjam dana bank, supplier, analis keuangan, pialang saham, pemerintah (berkait dengan pajak), BAPEPAM (berkait dengan perusahaan go public).
b. Pemakai internal seperti manajer, para direksi.
Alat untuk mengetahui apakah informasi keuangan sudah relevan atau belum adalah analisis keuangan, karena analisis keuangan mencoba menghubungkan perkiraan-perkiraan yang terdapat dalam laporan untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan, salah satu alat dari analisis keuangan yang paling sering digunakan adalah rasio keuangan yang merupakan perbandingan angka-angka dari perkiraan-perkiraan yang terdapat dalam neraca dan laporan laba rugi, di mana perbandingan antara satu perkiraan dengan perkiraan yang lain harus saling berhubungan sehingga hasilnya dapat diinterprestasikan untuk mengetahui kondisi keuangan atau kinerja perusahaan apakah dalam kondisi yang baik atau tidak, maka hasil perhitungan rasio keuangan harus dibandingkan dengan tahun-tahuin sebelumnya atau dengan rata-rata industry. Prediksi mengenai kinerja perusahaan di masa depan sangat penting. Indicator terbaik atas kinerja adalah laba, maka perubahan laba yang diperoleh akan mengindikasikan adanya peningkatan laba yang diperoleh suatu perusahaan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Faktor yang mempengaruhi perubahan laba adalah:
a. Adanya perubahan harga jual;
b. Perubahan unit yang terjual;
c. Perubahan beban operasi;
d. Perubahan komponen-komponen lainnya dalam laporan laba rugi;
Sangat penting bagi pemakai laporan keuangan untuk mengetahui pertumbuhan laba karena peningkatan laba yang diperoleh perusahaan akan menentukan besarnya tingkat pengembalian kepada pemegang saham atau bagi calon investor untuk mengambil keputusan. Untuk pihak internal seperti manajemen perusahaan dengan tumbuhnya laba disuatu perusahaan, evaluasi rasio keuangan dapat menjadi alat control perusahaan terhadap tahun-tahun yang akan dating. Untuk investor, meningkatnya laba dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk melakukan investasi diperusahaan tersebut.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20006/5/Chapter%20I.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar